Semboyan kita yang ditinggalkan

“Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” atau yang lebih sering kita dengar yaitu “Bhinneka tunggal ika”. Kata yang tertulis jelas pada lambang negara kita tercinta Indonesia ini, memiliki arti “berbeda –beda tapi  tetap satu”. Semboyan yang berasal dari buku atau kitab sutasoma karangan Empu Tantular sangatlah pas dengan identitas negara kita yang terdiri dari berbagai suku, ras ,dan agama yang berbeda tetapi bersatu dalam satu wadah, satu negara, satu bangsa yaitu INDONESIA. Semboyan yang juga mencerminkan rasa toleransi dan kebersaman yang kental ini juga yang menjadi citra dan kebanggaan tersendiri bagi kita bangsa Indonesia.

Tetapi pertanyaannya sekarang, “Masihkah kita ’memegang’ teguh semboyan yang kita banggakan tersebut sebagai bangsa Indonesia?”. Dapat kita lihat dari fakta dan kejadian-kejadian yang ada saat ini. Bukan kebersamaan, bukan rasa toleransi, bukan rasa saling menghargai tetapi rasa saling menjatuhkan, saling ego, saling “mengecilkan” pihak lain. Semua sikap yang sama sekali tidak mencerminkan identitas bangsa Indonesia. Dapat kita ambil contoh konflik yang terjadi di Tarakan Kalimantan Timur. Konflik yang “satu tipe” dengan konflik sebelumnya yang terkenal yaitu tragedi sampit, yang sangat kental dengan nuansa SARAnya. Konflik yang awalnya hanya dipicu oleh perselisihan individu yang HANYA kebetulan berbeda etnis.

Konflik yang seharusnya tidak membesar ini sebenarnya dapat dicegah, tetapi karena kurangnya rasa saling menghargai dan toleransi antara individu yang bertikai lalu menyebar ke kelompok mereka masing-masing, pecahlah konflik berdarah ini. Kasus itu hanya salah satu contoh dari kasus-kasus lain yang terjadi di negara kita. Kasus yang merefleksikan ketidak konsistenan kita sebagai bangsa Indonesia dalam “memegang” teguh semboyannya. Kita tidak bisa menyalahkan siapapun, tapi cobalah introspeksi diri kita sendiri, apakah rasa sadar akan persatuan kita masih ada dan kita terapkan dalam hidup kita? Jika jawabannya tidak maka perbaikilah, tumbuhkanlah, dan jagalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: